Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Final-final Coppa Italia Lima Musim Paling akhir

Final-final Coppa Italia Lima Musim Paling akhir

Final-final Coppa Italia Lima Musim Paling akhir

Agen Casino Online, Roma – Dalam lima musim paling akhir, Inter Milan serta Napoli, jadi tim yang seringkali mengoleksi trofi juara Coppa Italia. Musim ini, tak ada Inter serta Napoli yang memperebutkan trofi juara. Dua tim yang bakal memperebutkan trofi juara musim ini yaitu Juventus serta Lazio.

Pertandingan pada Juventus serta Lazio bakal dihelat di Stadion Olimpico, Roma, pada Kamis (21/5) dinihari WIB. Juventus bakal berupaya untuk mencapai gelar ke-10 mereka di Coppa Italia sekalian jadi besar kans mereka mencapai treble musim ini. Disamping itu, Lazio berusaha untuk memperoleh gelar ke-7 mereka di Coppa Italia.

Juventus paling akhir kali bertanding di final pada th. 2012, dimana saat itu mereka takluk 0-2 dari Napoli. Sedang Lazio paling akhir kali bertanding di final pada th. 2013. Saat itu, Lazio menang 1-0 atas rival sekota mereka, AS Roma.

Tersebut disini rekap dari final-final Coppa Italia dalam lima musim paling akhir.

2009/2010 : Inter 1-0 Roma

Ini yaitu musim dimana Inter merajai Italia serta Eropa. Dengan Jose Mourinho duduk di kursi pelatih, Inter berhasil memenangkan Liga Italia, Coppa Italia, serta Liga Champions.

Di Coppa Italia musim ini, Inter melaju ke final sesudah singkirkan Juventus di perempatfinal serta Fiorentina di semi final. Mereka juga bertemu dengan AS Roma pada pertandingan final yang dihelat di Olimpico, 5 Mei 2010.

Pada pertandingan itu, Inter turunkan kemampuan terbaiknya. Sesaat dari kubu Roma, kapten Francesco Totti mengawali pertandingan dari bangku cadangan. Totti lalu dimasukkan pada menit ke-46 –menggantikan David Pizarro– tetapi memperoleh kartu merah pada menit ke-87.

Hanya satu gol pada pertandingan ini di ciptakan oleh Diego Milito pada menit ke-39. Gol itu sangat khas dengan tipikal permainan tim garapan Mourinho.

Gol berawal dari kegagalan Roma bangun serangan di ruang tengah lapangan. Esteban Cambiasso serta Maicon lakukan pressing ketat pada Mirko Vucinic. Imbasnya, Vucinic juga salah oper serta bola jatuh ke kaki Thiago Motta. Dengan cepat Motta segera kirim umpan terobosan pada Diego Milito.

Milito dengan cepat segera menggiring bola ke kotak penalti. Walau waktu itu ditempel ketat oleh tiga orang pemain, Milito masih tetap dapat melepas tembakan serta membobol gawang yang dikawal oleh Julio Sergio.

2010/2011 : Inter 3-1 Palermo

Inter tampak di final kesempatan ini dengan Leonardo duduk di kursi pelatih. Pria asal Brasil itu jadi suksesor dari Rafael Benitez yang didepak tidak lama sesudah membawa Inter memenangkan Piala Dunia Antarklub.

Inter bisa tampak menguasai dalam penguasaan bola di pertandingan yang dihelat pada 29 Mei 2011 ini. Tetapi, Palermo dapat membuat semakin banyak kesempatan. Terdaftar, Javier Pastore dkk. saat itu menorehkan 20 attempts selama pertandingan, namun cuma 4 salah satunya yang pas tujuan.

Demikian sebaliknya, Inter tampak lebih efektif. Dari 11 attempts yang mereka punyai, 7 salah satunya pas tujuan serta 3 salah satunya sukses jadi gol.

Samuel Eto’o membawa Inter unggul 2-0 lebih dahulu melalui gol-golnya di menit ke-26 serta 76, saat sebelum Ezequiel Munoz mengecilkan ketertinggalan Palermo pada menit ke-88. Munoz lalu memperoleh kartu kuning ke-2 serta pada akhirnya mesti diusir keluar dari lapangan.

Milito, sebagai pahlawan Inter pada final semusim pada awal mulanya, lalu melengkapi kemenangan Inter jadi 3-1 melalui golnya di injury time babak ke-2.

2011/2012 : Juventus 0-2 Napoli

Juventus melaju ke final pada musim pertama Antonio Conte jadi pelatih mereka. Dengan kesuksesan ini, Conte jadi pelatih pertama sesudah Marcello Lippi yang dapat mengantarkan Juventus ke final Coppa Italia. Saat sebelum Conte, Lippi paling akhir kali mengerjakannya pada th. 2004.

Di final yang dihelat pada 20 Mei 2012 ini, baik Juventus maupun Napoli keduanya sama tampak trengginas. Juventus mempunyai 10 attempts (5 on tujuan) selama pertandingan, sesaat Napoli menorehkan 9 attempts (3 on tujuan).

Sesudah bermain imbang tanpa ada gol di babak pertama, Napoli pada akhirnya unggul saat pertandingan masuk menit ke-63. Pelanggaran yang dikerjakan oleh penjaga gawang Juventus, Marco Storari, pada Ezequiel Lavezzi bikin wasit Christian Brighi menunjuk titik putih.

Edinson Cavani sebagai algojo penalti saat itu tak buang sia-sia peluang. Tendangannya mengecoh Storari serta merubah score jadi 1-0.

Kemenangan Napoli pada pertandingan ini dilengkapi oleh gol Marek Hamsik pada menit ke-83. Hamsik membobol gawang Storari melalui sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti serta meyakinkan trofi Coppa Italia ke empat untuk Napoli.

2012/2013 : Roma 0-1 Lazio

Final pada sesama tim ibukota ini dihelat pada 26 Mei 2013 serta di buka dengan tampilan penyanyi asal Korea Selatan, PSY. Sial untuk pelantun ” Gangnam Stye ” itu, dia jadi memperoleh cemoohan dari supporter yang ada di Olimpico.

Roma, yang saat itu diakukan oleh caretaker Aurelio Andreazzoli, tidak berhasil memakai beberapa kesempatan yang dipunyai disebabkan penyelesaian akhir yang jelek. Sesaat Lazio, yang memperoleh pressing konstan dari Roma di babak ke-2, jadi cetak gol saat pertandingan masuk menit ke-71.

Gol berawal dari serangan yang di bangun dari segi kanan. Bola lalu diberikan pada Antonio Candreva yang segera menusuk masuk ke kotak penalti.

Umpan Candreva awalannya masih tetap pernah ditepis oleh penjaga gawang Roma, Bogdan Lobont. Tetapi, bola liar segera disambar oleh Senad Lulic yang saat itu berdiri pas di depan gawang Roma.

Lazio juga mencapai gelar ke enam mereka di Coppa Italia atau yang ke empat pada masa 2000-an.

2013/2014 : Fiorentina 1-3 Napoli

Final yang dihelat pada 3 Mei 2014 ini dimulai oleh suatu insiden tak mengasyikkan. Kerusuhan berlangsung diluar stadion serta mendatangkan korban. Dua fans Napoli cedera sesaat satu yang lain, Ciro Esposito, gawat karena terserang tembakan. Esposito lalu wafat dunia pada 25 Juni.

Baca Juga : Lambaian Tangan Falcao di Old Trafford Jadi Salam Perpisahan?

Pertandingan jalan menarik di babak pertama. Napoli unggul 2-0 lebih dahulu melalui dua gol Lorenzo Insigne pada menit ke-11 serta 17. Tetapi, Fiorentina membalas melalui gol Juan Vargas, 11 menit sesudah gol ke-2 Insigne.

Mendekati babak pertama selesai, Alberto Aquilani pernah membobol gawang Napoli. Tetapi, gol gelandang Fiorentina itu dibatalkan karena Aquilani ada dalam posisi offside.

Napoli cetak gol ketiga mereka melalui sepakan jarak dekat Dries Mertens pada injury time babak ke-2. Mertens tak terkawal dengan baik saat sebelum pada akhirnya melepas sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti.

Napoli juga mencapai gelar ke lima mereka di arena Coppa Italia ini.