Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Belgia, Perkasa di Semua Lini

Belgia, Perkasa di Semua Lini

Belgia, Perkasa di Semua Lini

 

 

 

 

 

 

 

Kumpulan Agen Casino Online Terpercaya – Brusel – Sepanjang 14 kali penyelenggaraan Piala Eropa sejak 1960, tim nasional Belgia baru empat kali lolos ke putaran final (1972, 1980, 1988, dan 2000). Hasil terbaik yang diraih tim berjuluk The Red Devils atau Setan Merah ini tampil sebagai runner-up pada Piala Eropa 1980 di Italia.

Waktu itu Belgia di final kalah 2-1 melawan tim tangguh Jerman yang dimotori Karl-Heinz Rummenigge. Pada pertandingan babak final di Stadion Olimpiade, Roma, disaksikan sekitar hampir 48 ribu penonton, Belgia lebih dulu tertinggal 0-1. Gol pembuka kemenangan tim Jerman dibuat penyerang kanan Horst Hrubesch ketika pertandingan baru berlangsung sepuluh menit.

Belgia baru dapat menyamakan kedudukan melalui gol yang dibuat pemain gelandang, Rene Vandereycken, pada menit ke-75. Namun, pada akhirnya Belgia harus mengakui ketangguhan tim Jerman ketika Hrubesch kembali membobol Belgia pada menit ke-88.

Prestasi itu belum pernah dicapai lagi sampai sekarang. Bahkan ketika lolos pada putaran final Piala Eropa di Prancis 1984, langkah Belgia langsung terhenti pada babak penyisihan grup. Begitu pula saat Belgia langsung lolos pada Piala Eropa 2000 karena menjadi tuan rumah penyelenggara bersama Belanda, langkah mereka hanya sampai di babak penyisihan grup.

Namun tim Belgia yang akan tampil pada putaran final Piala Eropa di Prancis, 10 Juni hingga 10 Juli nanti, bukanlah tim yang dapat dipandang dengan sebelah mata. Ditangani Marc Wilmots, 47 tahun, mantan gelandang tim nasional Belgia 1990-2002, Belgia kini telah menjelma menjadi tim dengan materi yang tangguh di semua lini.

Perpaduan pelatih yang cemerlang dan pemain gemilang menjadikan Belgia yang disegani siapa pun beberapa tahun belakangan. Tak salah kalau dalam daftar peringkat Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Belgia menempati urutan kedua di bawah Argentina dan di atas Kolombia.

Dalam tiga kali pertandingna uji coba terakhir sebelum tampil di Prancis, Belgia kalah tipis 1-2 melawan tuan rumah Portugal, kemudian menang 2-1 saat melawan tuan rumah Swiss, dan imbang 1-1 tatkala menjamu Finlandia.

Hasil uji coba yang dibukukan pasukan Wilmots itu tentu tak dapat dijadikan gambaran kekuatan The Red Devils di Prancis nanti. Namun, dari sisi materi pemain yang dipilih Wilmots, dapat dianalisis tim nasional Belgia bulkan tim yang mudah ditaklukkan.

Kita dapat memulai dari bawah mistar gawang, Thibaut Courtois (Chelsea) sebagai kiper utama tak perlu lagi diragukan kemampuan mengamankan gawang The Red Devils dari mesin pencetak gol lawan. Begitu pula dengan Simon Mignolet (Liverpool) dan Jean-Francois Gillet (Mechelen), telah terbukti sebagai kiper yang tak mudah diperdaya.

Di barisan pertahanan, Wilmots memiliki Jan Vertonghen (Tottenham Hotspur), Thomas Vermaelen (Barcelona), Jason Denayer (Galatasary), Toby Alderweireld, dan sejumlah pilihan lainnya untuk membentengi gawangnya.

Pada lini tengah Belgia memiliki sederetan pemain yang sekarang laku di liga-liga Eropa. Sebut saja Kevin De Bruyne, gelandang lincah Manchester City. Kemudian Marouane Fellaini (Manchester United), Eden Hazard (Chelsea), Mousa Dembele (Tottenham Hotspur), Radja Nainggolan (AS Roma), atau Yannick Carrasco (Atletico Madrid).

Di lini tengah itu Wilmots lebih leluasa mengingat materi pemainnya cukup banyak dan memiliki kemampuan merata yang dapat diandalkan. Pilihannya bergantung pada pola permainan yang hendak diterapkan.

Begitu pula di lini depan, ujung tombak Everton yang pernah memperkuat Chelsea, Romelu Lukaku, akan menjadi pilihan utama yang tak dapat dihindari Wilmots. Harus diakui dia merupakan satu di antara penyerang di Liga Primer Inggris yang sangat berbahaya dalam dua musim terakhir.

Selain Lukaku, masih ada sederetan pemain depan milik Belgia semisal Christian Benteke (Liverpool), Divock Origi (Liverpool), Dries Mertens (Napoli)m dan Michy Batshuayi (Marseille) yang dapat membuat report pertahanan kesebesalan manapun.

Belgia pada babak penyisihan putaran final Piala Eropa ke-15 nanti berada di Grup E bersama Italia, Irlandia, dan Swedia. Pertandingan pertama Belgia di Grup E melawan Italia di Lyon pada 10 Juni mendatang, akan sangat penting.

Baca Juga : Anggota Exco PSSI Sebut La Nyalla Segera Letakkan Jabatannya

Kalau Lukaku dan kawan-kawan dapat minimal menahan Italia, maka ini akan menjadi modal awal yang baik untuk menghadapi dua kali pertandingan babak penyisihan Grup E selanjutnya. Hal ini mengingat Italia berdasarkan hitung-hitungan normal merupakam tim yang lebih difavoritkan di grup ini ketimbang Swedia dan Irlandia.

UEFA | US.SOCCERWAY | AGUS BAHARUDIN

Pelatih: Marc Wilmots
Penjada Gawang: Thibaut Courtois (Chelsea), Jean-François Gillet (Mechelen), Simon Mignolet (Liverpool)
Belakang: Toby Alderweireld (Tottenham Hotspur), Laurent Ciman (Montreal), Jason Denayer (Galatasaray), Christian Kabasele (Genk), Jordan Lukaku (Oostende), Thomas Meunier (Brugge), Thomas Vermaelen (Barcelona), Jan Vertonghen (Tottenham Hotspur).
Gelandang: Yannick Carrasco (Atletico Madrid), Kevin De Bruyne (Manchester City), Mousa Dembélé (Tottenham Hotspur), Marouane Fellaini (Manchester United), Eden Hazard (Chelsea), Radja Nainggolan (AS Roma), Axel Witsel (Zenit)
Depan: Michy Batshuayi (Marseille), Christian Benteke (Liverpool), Romelu Lukaku (Everton), Dries Mertens (Napoli), Divock Origi (Liverpool).