Mou Aman di Singgasana MU, Lepas dari Tekanan Publik

Mou Aman di Singgasana MU, Lepas dari Tekanan Publik

Agen bola online _ WATFORD – Jose Mourinho berhasil melepaskan diri dari tekanan pemecatan yang berembus kencang. Untuk sementara waktu Mou, panggilan akrab Mourinho, mampu mempertahankan singgasananya di Manchester United (MU).

The Special One, julukan Mourinho, menunjukkan kepiawaiannya dengan membawa MU menang 2-1 atas Watford FC di Vicarage Road, Sabtu (15/9). Bagi MU, itu merupakan kemenangan tandang kedua beruntun yang diraih setelah sebelumnya mengalahkan Burnley FC 2-0 pada Minggu (2/9).
Baca juga : Start Terbaik Liverpool setelah 28 Tahun
Catatan positif Romelu Lukaku dkk atas Watford pun berlanjut, karena mereka belum terkalahkan di empat pertemuan terakhir Liga Primer. Sukses membawa pulang tiga poin membuat Mou tersenyum puas.

Menurut Mou, solidnya lini tengah menjadi bagian penting dalam proses rekonstruksi kebangkitan Setan Merah di Liga Primer. Secara khusus, Mou memuji Marouane Fellaini yang dianggapnya memiliki peran vital bersama Paul Pogba dan Nemanja Matic.

Terbukti gelandang asal Belgia itu didaulat sebagai man of the match. “Kami membuat kesalahan di lini belakang saat melawan Brighton dan Tottenham. Kemudian kami melakoni dua laga tandang sulit. Saya pikir, bek sentral kami membutuhkan seseorang yang bisa memberikan dukungan dan menjadi tembok di depan mereka.

Tapi, Marouane (Fellaini) memberikan kami lebih dari itu. Dia memberikan kualitas dan bermain simpel. Saya sangat bahagia untuknya,” kata Mou dilansir dailymail. Juru taktik asal Portugal itu menilai, MU tampil sangat baik terutama di babak pertama.

Mou bahkan menganggap timnya bisa menang dengan skor lebih besar, sayangnya beberapa peluang yang didapat gagal menjadi gol. Apa yang dikatakan Mou selaras dengan fakta di lapangan.

Dua gol MU masing-masing disumbangkan Romelu Lukaku (35) dan Chris Smalling (38). Sedangkan Watford memperkecil ketertinggalan melalui gol Andre Gray (65). Meski harus kehilangan Nemanja Matic yang terkena kartu merah (90+3), skor 2-1 bertahan hingga akhir laga.

Mou mengungkapkan kemenangan kontra Watford sangat krusial terutama dalam menjaga persaingan dengan tim-tim papan atas lainnya. Saat ini MU yang berada di posisi kedelapan sama-sama mengoleksi sembilan poin dengan Tottenham dan Arsenal.

Mereka juga berjarak enam poin dari penghuni puncak klasemen sementara Chelsea. MU kini berada dalam kepercayaan diri tinggi terutama jelang laga penyisihan Grup H Liga Champions melawan wakil Swiss, Young Boys, Rabu (19/9).

Namun, Mou bukan hanya mempersiapkan timnya, tetapi juga menjaga para pemain untuk tidak terlalu mudah emosional. Kartu merah yang didapat Marcus Rashford dan Matic di dua laga terakhir jelas tidak boleh terulang di laga-laga selanjutnya.

“Kami memiliki poin yang sama dengan Tottenham dan Arsenal. Kami juga tetap menjaga jarak dengan tim-tim papan atas. Jika kami kalah hari ini (Sabtu), maka kami akan tertinggal terlalu jauh,” katanya.

Di sisi lain, kebangkitan MU berbanding terbalik dengan kondisi Watford. Kekalahan mengakhiri rekor 100 persen milik tim berjuluk The Hornets itu.

Sebelumnya, mereka begitu fenomenal dengan menorehkan empat kemenangan beruntun di Liga Primer. Hasil buruk di kandang sendiri membuat Pelatih Javi Garcia kecewa. Secara terbuka, dia menganggap timnya tampil di bawah tekanan khususnya di babak pertama dan permainan baru membaik di babak kedua.

Kendati demikian, Garcia bertekad membawa pasukannya kembali ke jalur kemenangan saat melawan Fulham, Sabtu (22/9), guna mempertahankan mereka yang saat ini bertengger di posisi keempat klasemen sementara dengan 12 poin.

“Layak atau tidaknya kami kalah, saya tidak tahu. Kami seharusnya bisa mencetak gol sebelum pertandingan berakhir. Hasil imbang mungkin lebih baik bagi kami, tetapi kami sudah berusaha,” katanya.

Di sisi lain, kebangkitan MU berbanding terbalik dengan kondisi Watford. Kekalahan mengakhiri rekor 100 persen milik tim berjuluk The Hornets itu.

Sebelumnya, mereka begitu fenomenal dengan menorehkan empat kemenangan beruntun di Liga Primer. Hasil buruk di kandang sendiri membuat Pelatih Javi Garcia kecewa. Secara terbuka, dia menganggap timnya tampil di bawah tekanan khususnya di babak pertama dan permainan baru membaik di babak kedua.

Kendati demikian, Garcia bertekad membawa pasukannya kembali ke jalur kemenangan saat melawan Fulham, Sabtu (22/9), guna mempertahankan mereka yang saat ini bertengger di posisi keempat klasemen sementara dengan 12 poin.

“Layak atau tidaknya kami kalah, saya tidak tahu. Kami seharusnya bisa mencetak gol sebelum pertandingan berakhir. Hasil imbang mungkin lebih baik bagi kami, tetapi kami sudah berusaha,” katanya.