Ada Rasa Amerika Latin di Perempat Final Liga Champions

Ada Rasa Amerika Latin di Perempat Final Liga Champions

MANCHESTER – Liga Champions jadi panggung terunggul antarklub elite Eropa. Di sini club terunggul di Benua Biru beradu gengsi untuk memperoleh trofi sebagai supremasi menjadi raksasa di Eropa. Walau demikian, Liga Champions masih mempunyai perasaan Amerika Latin khususnya Brasil.

Paling tidak itu tampak pada perempat final Liga Champions. Ada empat wakil Inggris (Liverpool, Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur), Spanyol (Barcelona), Italia (Juventus), Portugal (Porto), serta Belanda (Ajax Amsterdam).

Mereka telah mengadakan leg pertama serta ke-2 pagi hari barusan. Sebetulnya tidak aneh bila dominasi club Liga Primer di perempat final ini berbanding positif dengan jumlahnya pemain asli Inggris sebagai starter di perempat final. Berdasar pada data pada leg pertama, ada 15 pemain berpaspor Inggris yang tampil menjadi starter.

Dengan Tottenham menjadi club yang turunkan pemain Inggris. Waktu melawan Manchester City (Man City), Pelatih Mauricio Pochettino mengerahkan turunkan pemain asli Negeri Ratu Elizabeth menjadi starter. Jumlahnya itu cuma kalah dari Manchester United (MU) saat meng hadapi Barcelona di Stadion Camp Nou.

Baca Juga : Luar Biasa, Pemain Muda Indonesia Borong 3 Gelar di Vietnam

Dibarengi Liverpool serta Man City yang saling turunkan tiga pemain Inggris. Sesudah Inggris, ada Brasil menjadi negara sangat banyak mengirim pemain di starter perempat final. Pemain Brasil ini hampir menyebar di delapan peserta, dengan Porto se seperti team sangat banyak turunkan pemain dari tuan ru mah Piala Dunia 2014 itu.

Sedang Liverpool me nge rah kan tiga pemain, sedang Barcelona yang turunkan dua pemain dari Brasil. Dari delapan peserta, cuma Tottenham tidak memakai layanan pemain dari Negeri Samba itu. Kedatangan Brasil ini mengentalkan aroma Amerika Latin di Liga Champions sebab ada pula pemain dari Meksiko, Argentina, serta Uruguay.

“Setiap negara pemenang Piala Dunia serta Euro semenjak 2000 tetap berbanding lurus dengan jumlahnya pemain yang bermain di Liga Champions pada musim yang sama,” kata Simon Gleave data analis Gracenote diambil bbc. Pengakuan Gleave dikatakan waktu melaunching asal negara pemain yang bermain di Liga Champions. Menurut data 2017/2018, waktu itu Spanyol jadi negara yang mempunyai 59 pemain bermain di Liga Champions.

Disusul Brasil (55 pemain), Prancis (49), Argentina dan Jerman (33), serta Portugal di rangking lima dengan 32 pemain. Sedang Inggris cuma tempatkan 26 pemain. Riwayat mencatat jika pengakuan Gleave mendapatkan pembenaran sebab Prancis terdaftar menjadi juara sesudah menaklukkan Kroasia pada partai final.

“Berdasarkan ini, jadi penting memberi peluang pada pemain Inggris jadi starter di Liga Champions supaya tim nasional Inggris dapat sukses,” tuturnya.