Ini Beda Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic versi Allegri

Ini Beda Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic versi Allegri

TURIN – Pelatih Massimiliano Allegri sempat mengatasi dua superstar sepak bola dunia, Zlatan ‘Ibra’ Ibrahimovic saat di AC Milan serta sekarang ini Cristiano Ronaldo di Juventus. Allegri punyai kesan-kesan mendalam dengan Ronaldo serta mempunyai hal menarik waktu mengatasi Ibra.

Allegri memberikan pujian pada rasa lapar yang hebat yang dipunyai Ronaldo. Sesudah bertukar baju dari Real Madrid ke Juventus mendekati musim 2018/2019, juara Ballon d’Or lima kali itu meningkatkan titel Serie A serta Supercoppa Italiana ke almari trofinya.

Ronaldo memenangi tiga titel Liga Champions beruntun atau keseluruhan empat trofi sepanjang di Madrid, dimana pemain tim nasional Portugal itu mengaku dua trofi La Liga.

Hebatnya, striker berumur 34 tahun itu tidak tunjukkan pertanda melambat di Turin. Ronaldo cetak 21 gol pada musim pertamana di Serie A serta 28 gol di semua pertandingan untuk Juventus.

Jadi pelatih kepala, Allegri memperbandingkan Ronaldo dengan Ibra. “Dalam soal mentalitas, Ronaldo lebih kuat dari pemain lain. Tiap hari ia merasakan tujuan pribadi untuk dicapai serta ia temukan semua dalam dianya,” kata Allegri, yang memenangi Scudetto 2011 dengan Milan sebelum masuk dengan Juventus pada 2014.

“Seseorang pemain yang sudah memenangi semua yang didapatnya pada umur 34 tahun, akan rasakan susah untuk rasakan lapar, tapi ia tidak. Ronaldo mempunyai kemauan yang mengagumkan.”

Baca Juga : Mungkin Tahun Depan, Liverpool Gunakan Peralatan Panggung Juara Liga Inggris

“Kita harus belajar dari Ronaldo, serta saya sudah belajar, sebab tidak kebanyakan orang dapat kerja dengan pemain paling baik di dunia.”

“Contohnya, pada Sabtu pagi kami lakukan permainan di antara rangking dalam kursus. Ia bersenang-senang, tapi kesukaannya memenangi permainan. Saya menjelaskannya padanya, serta saya sudah menulis hal sama mengenai Ibra dalam buku.”

“Gagasannya mengenai kesenangan ialah kemenangan, tapi saya sebut padanya tidak kebanyakan orang semacam itu serta untuk beberapa pemain ada kesenangan dalam sontekan tumit belakang, pergerakan tipuan, serta yang lain. Dan Anda membawanya ke kondisi laga.”

“Saya mempunyai Ibra di Milan, yang tiap hari ia akan geram sebab umpan yang salah tempat serta saya menjelaskan padanya jika tiap orang mempunyai talenta seperti ia, tidak ada permasalahan.”

“Saya menjelaskan padanya jika dialah yang perlu tempatkan dianya pada lainnya, seperti yang paling baik serta paling berpotensi selalu harus lakukan dengan teman-temannya.”

“Susah buat lainnya untuk naik ke level itu, jadi anda harus mempunyai kerendahan hati tidak untuk menyulitkan siapa juga yang dibawah Anda. Itu benar dalam kehidupan serta tidak cuma di sepak bola, jadi dalam soal ini Ronaldo begitu baik.”