Conte Datang, Saatnya Inter Kejar Juventus

Conte Datang, Saatnya Inter Kejar Juventus

Milan – Hampir satu dekade paling akhir, Inter Milan ketinggalan jauh dari Juventus. Antonio Conte hadir untuk memotong gap itu, jika langsung bisa Scudetto pada musim pertama.

Inter akhir kali merampas Scudetto pada 2010 serta mereka jadi runner-up semusim sesudahnya dibawah AC Milan. Saat Conte hadir ke Juventus pada musim panas 2011, club asal Turin itu gantian kuasai persepakbolaan Italia.

Walau Conte pada akhirnya pergi pada 2014, supremasi Juve semakin tidak terhentikan bersama dengan Massimiliano Allegri. Keseluruhan delapan musim Scudetto tetap jadi punya club berjuluk Bianconeri itu

Napoli serta AS Roma tetap coba menghentikannya, tetapi tetap tidak berhasil. Untuk musim depan, Inter diperkirakan akan masuk dalam kompetisi mengingat mereka akan diatasi Conte, pelatih yang telah mengalahkan Italia dan Inggris.

Dengan pengalamannya bersama dengan Chelsea, Conte pasti punyai resep rahasia untuk dapat mengalahkan supremasi Juve. Ditambah lagi waktu Conte hadir ke Chelsea, club itu barusan tersuruk musim awalnya bersama dengan Jose Mourinho. Demikian perihal waktu bersama dengan Juve yang saat itu baru bangun selesai masalah Calciopoli.

Baca Juga : Amerika Serikat Juara Piala Dunia Wanita 2019

“Bukan rahasia bila jarak di antara Inter serta Juventus demikian jauh, sesaat Napoli tunjukkan kestabilan mereka,” tutur Conte menyinggung jarak Inter serta Juve sekarang ini.

“Saya belum pernah membuat batasan – sebab saya tidak ingin membuat fakta untuk fakta. Kami ketahui jika kami harus kerja keras serta bertambah baik daripada lainnya, supaya bisa memburu gap sepanjang sekian tahun lamanya,” sambungnya.

“Saat saya hadir ke Juventus, club itu finish tempat ke-7 dua musim berturut-turut, sesaat bersama dengan Chelsea mereka barusan finish tempat ke-10 musim awalnya.”

“Bagaimana juga, tidak pas rasa-rasanya bila saya harus memperbandingkan dengan yang lalu sebab pengalamannya berlainan.”

“Yang penting ialah tidak memberi batas untuk diri sendiri di tiap persaingan. Walau kesempatan kami juara contohnya hanya satu %, karena itu kami harus berupaya mewujudkannya,” demikian Conte.